Jangan Pernah Investasi, Kalau Belum Siap Satu Hal Ini

Uang tumbuh dengan investasi
Investasi Bagaikan Menanam Duit

Akhir-akhir ini, investasi memang sangat digaung-gaungkan. Mulai dari investasi logam mulia alias emas, reksadana, pasar modal alias saham, properti, bahkan kepemilikan suatu bisnis. Bahkan sejak 2-3 tahun yang lalu Bursa Efek Indonesia (BEI) atau nama kerennya: Indonesia Stock Exchange (IDX), tengah mempromosikan gerakan #yuknabungsaham. Beberapa platform layanan jual-beli reksadana dan emas pun kini telah menyediakan program cicil yang bisa dimulai dari 5000 hingga 10000 saja. Ya bayangin aja, gimana nggak tertarik kalau investasi aja lebih murah dari sebungkus Nasi Padang.

Emang sih, investasi itu penting. Penting banget malah. Gue setuju sama hal itu. Ya siapa sih yang mau duitnya tergerus inflasi? Yang dulunya beli gorengan 5000 dapat 10, sekarang 5000 cuma dapat 5. Yaps, benar, itu emang tujuan dari investasi itu sendiri. Bahkan buat tujuan tertentu di masa yang akan datang, kayak nikah, sekolah anak yang entah berapa tahun lagi karena nikahnya aja belom, beli rumah, beli kendaraan pribadi atau hal-hal lainnya, perlu juga investasi. Ya, istilah gampangnya meraih masa depan lah ya, salah satunya ya dengan investasi itu. Setuju gue.

Tapi, sebelum terjun ke dunia investasi yang penuh dengan ketidakpastian, ya kayak ngarepin doi gitu lah, satu hal yang nggak boleh dilupakan. Satu hal yang jauh lebih penting daripada investasi. Yes, satu hal itu adalah DANA DARURAT.

Nah, Apasih Sebenarnya DANA DARURAT itu?

Ya namanya juga dana darurat, dana yang hanya dipakai pas lagi darurat-daruratnya, alias bisa dibilang juga dana cadangan gitu. Misalnya nih, (amit-amit) tiba-tiba sakit atau kecelakaan, atau tiba-tiba laptop rusak, atau pas keadaat darurat lain, dana darurat ini penyelamatnya. Apalagi saat wabah penyakit Covid-19 seperti sekarang yang banyak pekerja dirumahkan, dana darurat ini penting kehadirannya. Dan memang tujuan dari dana darurat ya seperti itu. Jadi, nggak ganggu alokasi dana lain atau nggak perlu ngutang ke tetangga. Ya tahu kan kalau ngutang ke tetangga, nanti bakal diomongin kayak apa.

Gue mau sharing sedikit nih pengalaman gue. Kan Guru terbaik adalah best teacher pengalaman. Jadi dulu pernah suatu ketika, pas awal-awal kenal apa itu investasi, sekitar 2019 awal, gue asal-asalan langsung ikutan investasi. Mulai dari reksadana hingga saham. Ya, gue langsung terjun ke instrumen investasi yang punya resiko paling besar. Ya siapa sih orang yang nggak tahu apa-apa kena promosi keuntungan bisa sampai 20% pertahun. Jelas tertarik kan ya. Gue mulai investasi nih. Ya nominalnya sih nggak gede-gede amat ya. Jalan satu minggu, portofolio merah alias turun dong. Satu minggu kemudian udah mulai naik. Eh, minggu-minggu berikutnya malah makin turun. Singkat cerita setelah jalan 2-3 bulan, ada satu hal darurat yang gue alami. Begonya gue adalah gue terlalu asyik investasi sampai gue nggak siap dana darurat. Alias gue belum ngumpulin dana darurat sama sekali. Dan di waktu yang sama, portfolio investasi gue, dimana gue invest di saham, lagi pas turun alias gue rugi dong. Karena keadaan lagi darurat dan pas lagi butuh dana, ya mau nggak mau gue cairin investasi yang merah itu. Secara nominal memang nggak banyak, cuma secara persentase lumayan juga dong ruginya. Dan itu lah hal bego yang pernah gue alami kalau investasi tanpa dana darurat.

Nah, sejak saat itu gue mulai ngumpulin tuh dana darurat. Ya setidaknya gue nggak jatuh di lubang yang sama buat kedua kalinya. Yes, jangan tiru gue pas awal-awal kenal investasi ya guys. Investasi itu nggak bisa langsung untung dalam satu-dua hari, jadi nggak bisa dipastiin apakah pas keadaan darurat, kita pas lagi untung apa nggak. Makanya, kehadiran dana darurat sangat diperlukan di saat seperti ini.

Sebenarnya Berapa sih Besarnya Dana Darurat yang Harus Dikumpulin?

Sebenarnya ini jawabannya relatif dan sesuai keadaan aja. Gue rangkum dari beberapa sumber yang gue temuin, terutama di akun Instagram @zapfinance dan @finansial_com, gue sangat rekomendasiin dua akun ini, enak aja dimengerti dan pas aja gitu rasanya. Iya gue nggak di-endorse atau apa. Tapi boleh kok kalau mau berpartnet. Oke, jadi besarnya dana darurat yang harus dikumpulin itu bervariasi.

  • Kalau kalian masih single alias jomblo akut yang nggak laku-laku, kalian harus siapkan minimal 3-6 kali pengeluaran perbulan.
  • Kalau kalian sudah berpasangan, besar dana darurat minimal 6-9 kali pengeluaran perbulan.
  • Kalau kalian sudah berpasangan dan sudah mempunyai anak atau tanggungan, minimal 9-12 kali pengeluaran perbulan harus disiapkan di dana darurat.

Jadi misalnya nih, gue single dan pengeluaran perbulan gue total 5 juta, sudah termasuk biaya hidup dan biaya senang-senang juga, maka minimal gue harus nyediain 15 juta di dana darurat gue. Kok banyak ya? Kok berat ya? Enggak kok, kalau diusahain pasti bisa. Ini kan juga demi kebaikan diri sendiri juga, misal terjadi hal yang diluar harapan. Dan eits, tunggu, itu jumlah minimal ya, makin besar makin bagus juga. Tapi jangan terlalu besar sampai lupa investasi atau malah nyakitin diri sendiri. Cukup dia aja yang nyakitin hati lu, lu jangan nyakitin diri lu juga!


Jika Sudah Terkumpul, Ditaruh Mana nih Dana Darurat?

Yang terpenting jangan taruh dana darurat bercampur dengan dana operasional alias dana hidup di rekening utama ya guys. Ya, takut khilaf aja nanti pas ada diskonan. Kita bisa taruh atau kumpulin dana darurat di rekening terpisah dan sebisa mungkin likuid ya alias bisa dicairkan kapan aja. Tapi jangan sampai keseringan dicairkan karena ada barang lucu yang diskon ya. Jangan. Cukup buat keperluan darurat aja. Dana darurat ini sangat bisa dicicil perbulan lho, jadi nggak harus dikumpulin dalam sekali waktu. Jadi misal dana darurat sudah kepake nih seperempatnya, bisa dikumpulin lagi sampai mencapai target. Asal jangan dipakai buat khilaf aja.

Nah jadi satu hal yang penting, harus, kudu, wajib ada sebelum investasi itu dana darurat ya. Selain dana darurat, kita juga bisa nambah asuransi misalnya untuk melindungi diri kita. Istilah kerennya proteksi diri lah. Kalau dirasa dana darurat cukup nanggung keadaan darurat ya nggak masalah. Tapi lebih amannya sih asuransi juga, minimal asuransi kesehatan lah, jaga-jaga kalau sakit.

Oke mungkin itu ya sharing dari gue, yang jarang banget update. Gue menerima kritik dan sarannya kalau ada hal yang menurut kalian ganjil dan perlu digenapkan. Semoga kita selalu sehat.



Emergency Fund
Sumber tertera

26-04-20
Sandal Jepit

0 komentar:

Posting Komentar

Nggak usah sungkan buat nanya atau nulis disini, selaw aja.
Jangan lupa klik iklannya juga ya, buat support kami :)))