Fenomena Kekinian Skuter Listrik, Menyenangkan atau Mengancam?

GrabWheels
Skuter Listrik (Gambar dari sumber lain dan hanya contoh)

Skuter listrik yes kali ini, setelah vacum cukup lama, gue bakal bahas sesuatu yang sedang hits di kalangan milenial ini. Kemunculan otoped atau skuter listrik di jalanan kota akhir-akhir ini emang sangat jelas. Bahkan kios yang menyewakan otoped atau skuter listrik makin-makin lama makin menjamur. Sejak Grab meluncurkan GrabWheels-nya, skuter listrik mulai hits. Yes, banyak anak-anak hingga millenial yang berbondong-bondong nyari kios yang menyewakan otoped ini, yang tentunya sangat gampang dicari cuma pakai aplikasi.

Sebenernya sih menurut gue gak ada masalah juga skuter listrik ini mau hits dan semua ingin nyoba. Hanya saja peristiwa tewasnya dua orang pengendara GrabWheels yang tertabrak oleh pengendara mobil di sekitaran Gelora Bung Karno bikin gue agak kesal sama pengendara otoped.

Nah lho? Kok malah sama pengendara otopednya? Lu ngebela pengendara mobilnya yang jelas-jelas udah menewaskan dua orang anak?

Bukan. Gue nulis ini bukan bela siapa-siapa. Bukan juga bakal ngurusin kasus itu. Biarkan yang berwenang yang mengurus kasus itu. Gue cuma keinget sama ulah pengendara sekuter listrik ini yang..... hmm.... entahlah. Ohya gue disini juga gak nyalahin Grab dengan GrabWheels-nya atau kios-kios penyewaannya, ya.


Membahayakan Pejalan Kaki

Gue adalah pengguna transportasi umum di Ibu Kota ini, yang otomatis gue juga pejalan kaki. Hampir tiap hari gue jalan kaki di trotoar Jalan Sudirman Jakarta. Iya, secara kantor gue disekitaran sana. Sebelum negara api menyerang skuter listrik seramai sekarang, gue ngerasa kalau jalan di trotoar, gue gak bakal nabrak kendaraan. Tapi sekarang gue salah, gue pernah hampir diserempet sama skuter listrik kecepatan diatas normal di trotoar. Belum lagi banyak lalu lalang pengendara otoped yang sembarangan. Yes, kadang ditengah, di sebelah kiri, sebalah kanan, kadang malah zigzag. Asli, itu ganggu penjalan kaki banget.

Sebenernya yang ganggu pejalan kaki gini nggak cuma skuter listrik aja tapi para pemain skateboard. Di daerah Bundaran Senayan atau di trotoar Dukuh Atas misalnya, banyak banget skateboarder yang main-main di trotoar. Gue selalu ngerasa was-was dan gak aman pas lewat kerumunan para pemain skateboard dan skuter listrik. Lalu apa gunanya trotoar kalau sama-sama takut ketabrak kendaraan?

Ohya, gak cuma di trotoar, sebelum Dishub DKI ngeluarin larangan skuter listrik naik ke Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), banyak pengendara skuter listrik yang naik ke JPO sambil ngegas skuternya. Ya kalian pasti tahu lebar JPO itu seberapa dan bagaimana sibuknya di jam-jam pulang kantor. Tanpa ngerasa dosa, ganggu atau apa, tak jarang pengendara skuter listrik ini naik dan ngegas skuternya.

Lawan Arah

Gue sering liat para pengendara skuter listrik yang lawan arah. Mirisnya mereka bukan di tempat yang disediakan tapi di jalanan utama alias adu banteng sama pengendara kendaraan lain. Entah karena mereka merasa kendaraan tak bermotor maka bebas lawan arah atau gimana. Yang jelas itu sangat membahayakan pengendara lain yang benar.

Melanggar Lampu Merah

Yang ini juga sering terjadi. Terlebih di jalanan besar. Banyak pengendara skuter listrik yang ngelanggar lampu merah alias main terobos aja. Bahaya, bro!


Sebenernya nggak masalah main skuter listrik, asal di tempat yang lapang atau bukan jalanan umum, baik jalanan kendaraan bermotor atau jalanan pejalan kaki. Emang sih menyenangkan, tapi jangan bikin bahaya orang lain. Sama-sama menyenangkan kan asik. Ya, kan?

Pertanyaannya kenapa yang kekinian, hits, dan viral selalu nimbulin masalah baru?

0 komentar:

Post a Comment

Nggak usah sungkan buat nanya atau nulis disini, selaw aja.
Jangan lupa klik iklannya juga ya, buat support kami :)))